Chicken Skin: Penyebab Kulit Beruntus dan Tips Perawatannya
Chicken skin adalah kondisi kulit kasar berbintil kecil. Kalau kulitmu muncul ciri-ciri seperti ini, bisa jadi kulitmu sedang mengalami penumpukan keratin di folikel rambut, sehingga permukaan kulit tidak rata, seperti kulit ayam.
Kondisi seperti ini juga dikenal dengan istilah medis keratosis pilaris. Biasanya muncul di tempat-tempat tertentu, seperti lengan atas, dagu, atau pipi.
Tapi, jangan khawatir, karena chicken skin tetap bisa diatasi dengan beberapa metode perawatan dari rumah hingga konsultasi ke dokter kulit. Supaya penanganannya tepat, yuk, kenali dulu penyebabnya!
Kenapa Chicken Skin Bisa Muncul di Kulit?
Chicken skin seringkali muncul karena kombinasi penyebab yang saling berkaitan. Berikut ini 5 alasan mengapa kulit timbul chicken skin.
1. Penumpukan Keratin di Folikel Rambut
Saat keratin atau protein alami menumpuk, folikel rambut jadi tersumbat dan membentuk bintil kecil bertekstur kasar di permukaan kulit. Jika ini penyebabnya, bintil-bintil akan muncul di area folikel rambut yang subur, seperti leher, pipi, dan paha.
2. Sel Kulit Mati Belum Terangkat Total
Chicken skin akan lebih parah jika sel kulit mati di kulitmu belum terangkat sempurna dan keratin terperangkap di bawah pori-pori kulit. Salah satu penyebabnya adalah proses membersihkan wajah setelah beraktivitas yang belum maksimal.
3. Kulit Kering dan Skin Barrier Lemah
Chicken skin adalah kondisi kulit yang lebih dekat dengan kulit kering. Kulit yang kering membuat skin barrier melemah, sehingga sel kulit mati lebih gampang menumpuk dan sulit beregenerasi. Akhirnya, chicken skin jadi semakin terlihat.
4. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Kadang penyebab utamanya tidak selalu kebiasaan atau faktor alami tubuh, tapi faktor keturunan yang tidak bisa dicegah. Kalau orang tua atau saudara kandungmu punya chicken skin, kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya.
5. Fluktuasi Hormon
Chicken skin mungkin hanya akan muncul beberapa waktu jika penyebabnya adalah perubahan hormon yang terjadi secara signifikan. Salah satunya terjadi selama masa kehamilan yang mengubah sebagian besar hormon tubuh.
6. Sering Mencabut Bulu Rambut
Tahukah kamu kamu mencabut bulu rambut membuat kulit muncul chicken skin? Saat bulu rambut dicabut, folikel akan meradang dan sulit kembali ke kondisi kulit semula. Biasanya kondisi ini terjadi saat kamu mencabut bulu ketiak.
7. Gesekan dari Pakaian Ketat
Jika sebelumnya kamu sudah memiliki chicken skin dan belum juga pulih, coba cek apakah kamu masih mengenakan pakaian yang terlalu ketat. Kulit yang bergesekan terlalu sering dengan kain ketat akan membuat tekstur chicken skin makin kasar dan sulit membaik.
Apakah Chicken Skin Berbahaya dan Bisa Hilang Sepenuhnya?
Chicken skin adalah keadaan kulit yang tidak berbahaya dan bukan tanda infeksi atau penyakit serius. Jadi, jika kamu sedang mengalaminya, tidak perlu terlalu khawatir, ya.
Namun, pahami juga kalau chicken skin sebenarnya tidak bisa dihilangkan 100%. Cara terbaik untuk membuat kulitmu terasa lebih baik, adalah dengan perawatan rutin yang mampu menyamarkan tekstur kasarnya.
Cara Menghilangkan Chicken Skin Agar Lebih Baik
Meski tidak bisa dihilangkan total, ada beberapa cara menghilangkan chicken skin yang terbukti efektif menyamarkan teksturnya, yaitu:
1. Eksfoliasi Rutin dengan AHA/BHA
Cara menghilangkan chicken skin yang paling populer adalah dengan mengeksfoliasi kulit menggunakan peeling serum yang mengandung AHA/BHA.
AHA/BHA memiliki formulasi yang efektif melunakkan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit, sehingga mudah terangkat. Agar hasilnya optimal, kamu bisa lakukan eksfoliasi 1-2 kali seminggu secara rutin.
2. Hindari Mengaplikasikan Scrub Kasar
Bintil-bintil tidak akan terangkat begitu saja dengan scrub kasar. Apalagi jika kamu menggosokkannya dengan kasar, kulit justru timbul iritasi yang semakin memparah keutuhan skin barrier. Bukannya terangkat, chicken skin justru akan semakin parah.
3. Pakai Skincare dengan Kandungan Urea dan Ceramide
Menggunakan skincare dengan kandungan urea adalah salah satu cara menghilangkan chicken skin karena formulasinya ampuh menjadi eksfoliator ringan, pelembap, sekaligus bekerja memperbaiki tekstur kulit.
Sementara ceramide membantu memperbaiki skin barrier dan menjaga kelembapan lebih maksimal, supaya sel kulit mati tidak mudah menumpuk dan semakin memperparah chicken skin.
4. Stop Mencabut, Beralih Ke Mencukur Bulu Rambut
Untuk menjaga pertumbuhan bulu rambut di tempat-tempat tertentu tetap terkendali, kamu bisa mengganti kebiasaan mencabut dengan mencukur bulu rambut setiap kali tumbuh lebih panjang. Cara ini akan menjaga kulit tetap bersih tanpa membuat pori meradang.
5. Kenakan Pakaian Longgar Berbahan Breathable
Pilih pakaian longgar supaya gesekan pada kulit berkurang, terutama di area yang sering terkena chicken skin. Pastikan juga pilih bahan katun agar kulit mampu bernapas bebas.
6. Coba Masker atau Scrub Alami Sesekali
Coba juga cara menghilangkan chicken skin dengan mengaplikasikan masker dari oatmeal, madu, dan minyak kelapa. Campuran ketiganya bisa membantu mengangkat sel kulit mati dan melembapkan cukup 2-3 kali seminggu.
BACA JUGA: Kenali Ciri-Ciri Sel Kulit Mati pada Wajah Sebelum Makin Parah
Mulai Redakan Chicken Skin dengan Pilihan Skincare Lembut dari C&F!
Penyebab chicken skin ternyata cukup beragam, bukan? Pemicunya bahkan bisa jadi diluar kendalimu. Walau begitu, kamu tetap bisa atasi dengan konsisten melakukan berbagai cara menghilangkan chicken skin di atas.
Menyamarkan chicken skin memang butuh kesabaran, tapi dengan produk yang tepat, teksturnya bisa disamarkan secara bertahap. Nah, produk skincare berbahan AHA/BHA, hingga ceramide dengan formulasi yang lembut bisa kamu temukan dari C&F Store.
Di C&F, koleksi skincare terbaik adalah produksi brand-brand terpercaya yang telah berpengalaman di dunia kulit dan kecantikan. Dan kamu hanya perlu memilih produk yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.
Bersama C&F, kembalikan lagi kualitas kulit cantik dan sehatmu dengan cara yang paling nyaman!